Kimia Supramolekul Lanjut

Konsep dasar hingga lanjut ilmu kimia

Konsep dan istilah kimia supramolekul diperkenalkan pada tahun 1978. Kimia supramolekul adalah assembly molekul karena ikatan antarmolekul (non-kovalen) oleh gaya-gaya interaksi antarmolekul (misalnya gaya-gaya elektrostatik dengan persamaan Coulomb), menghasilkan spesies supramolekul yang terorganisasi dengan panataan-ulang geometri molekul dan sifat ikatan antarmolekul hasil asosiasi dua atau lebih molekul. Jenis interaksi dapat dibedakan berdasarkan (a) kekuatan dan (b) arah, serta ketergantungan pada jarak, sudut, dan terutama dihedral, meliputi (a) koordinasi ion logam, (b) gaya-gaya elektrostatik, (c) ikatan hidrogen, (d) interaksi van der Waals, (e) interaksi donor-aseptor, dengan kekuatan ikatan berada pada daerah (a) lemah atau sedang: ikatan hidrogen, (b) kuat atau sangat kuat: koordinasi ion logam. Spesies supramolekul kurang stabil secara termodinamika, lebih labil secara kinetika, dan lebih fleksibel secara dinamika dari pada molekul. Kajian sifat spesies supramolekul (interaksi antarmolekul) meliputi (a) struktur, (b) konformasi, (c) termodinamika, (d) kinetika, (e) dinamika, (f) konstanta asosiasi, dengan dan efek medium. Fokus kajian adalah kimia teori (dan prosedur komputasi) asosiasi molekul kecil seperti dimer air (mekanika kuantum) dan molekul besar seperti protein dan peptida (mekanika molekul), dan hasil-hasil eksperimen, dan hubungan timbal balik antara teori dan eksperimen.

Konsep-konsep dalam 4 metode spektroskopi molekul

Materi Pembelajaran/Pokok Bahasan Kimia Supramolekul Lanjut

[1] Pengertian, Perkembangan dan Prospek Kimia Supramolekul (Kimia Interaksi Antarmolekul).
[2] Termodinamika dan Kinetika interaksi antarmolekul.
[3] Ungkapan teoritis sifat-sifat molekul tunggal yang menyebabkan terjadinya interaksi antarmolekul dan metode komputasi (kuantum dan klasik) perhitungan: (a) Sifat-sifat listrik molekul tunggal: muatan atom-atom molekul, momen dipol/multipol, polarisabilitas, permitivitas relatif, (b) struktur, geometri, dan konformasi molekul.
[4] Ungkapan teoritis Jenis-jenis interaksi dan metode komputasi (kuantum dan klasik) perhitungan sifat-sifat interaksi antarmolekul: energi potensial interaksi, interaksi dipol/multipol – dipol/multipol, interaksi dipol/multipol – dipol/multipol terinduksi, interaksi dipol/multipol terinduksi – dipol/multipol terinduksi, ikatan hidrogen.
[5] Dinamika interaksi antarmolekul.
[6-12] Prinsip Teoritis dan Metode eksperimen analisis supramolekul: Spektroskopi IR, Spektroskopi UV/Vis, Mikroskop Elektron, Konduktivitas, Agregasi, dan Spektroskopi Neutron.